Lampung Timur – Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat permanen di kawasan Islamic Center Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Kamis, 11 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada 14 Juli 2026. Sekolah Rakyat merupakan program prioritas pemerintah yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan agar memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ela menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berkomitmen penuh mendukung pelaksanaan program tersebut. Menurut dia, pembangunan fisik sekolah saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.
“Hari ini kami mendampingi Bapak Wakil Menteri Sosial untuk melihat langsung perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat. Alhamdulillah progresnya sudah mencapai sekitar 78 persen dan terus dikebut agar siap digunakan pada tahun ajaran baru mendatang,” kata Ela.
Ia menjelaskan, selain penyelesaian pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan operasional sekolah. Salah satunya melalui proses seleksi calon peserta didik yang dilakukan oleh Dinas Sosial bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Menurut Ela, kehadiran Sekolah Rakyat di Lampung Timur diharapkan dapat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi.
“Ini merupakan kesempatan besar bagi masyarakat Lampung Timur. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan dapat memperoleh layanan pendidikan yang baik melalui program Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono optimistis pembangunan Sekolah Rakyat di Lampung Timur dapat selesai sesuai target. Pada tahap awal, sekolah tersebut direncanakan menampung 270 siswa yang terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA. Masing-masing jenjang akan memiliki tiga rombongan belajar dengan kapasitas 30 siswa per kelas.
Agus juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur yang telah menyediakan lahan serta mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati Lampung Timur atas dukungan dan komitmennya dalam menghadirkan Sekolah Rakyat di daerah ini. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan program ini,” kata Agus.
Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Keberadaan Sekolah Rakyat di Lampung Timur diharapkan menjadi tonggak penting dalam pemerataan akses pendidikan sekaligus memperkuat upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pendidikan. (Adv)









