Lampung Timur – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menggelar kegiatan Lampung Timur Mengaji dengan target 100 kali khataman Al-Qur’an secara serentak di 24 kecamatan dalam rangka memperingati Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah, Selasa, 10 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Ela Siti Nuryamah menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan yang berhasil menghadirkan sekitar 100 kali khataman Al-Qur’an secara serentak di seluruh wilayah Lampung Timur.
“Alhamdulillah kegiatan Lampung Timur Mengaji ini dapat menghadirkan kurang lebih 100 kali khataman Al-Qur’an se-Kabupaten Lampung Timur bersama 24 kecamatan. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur saya mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa yang ke-21, semoga kita semua senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT,” kata Ela.
Ela mengapresiasi seluruh camat dan jajaran pemerintah kecamatan yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurut dia, membaca Al-Qur’an tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ketenangan batin dan introspeksi diri.
Ia mengatakan Al-Qur’an dapat menjadi pedoman sekaligus penyejuk hati ketika seseorang menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
“Ketika kita merasa galau, berat menghadapi masalah atau kurang percaya diri, salah satu obat hati yang paling utama adalah membaca Al-Qur’an dan memahami maknanya,” ujarnya.
“Di masjid ini kita duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Tidak terlihat siapa yang menjabat dan siapa yang tidak. Yang terlihat hanyalah amal ibadah kita semua,” Tambah Ela.
Dirinya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama menjalankan pemerintahan masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun pelaksanaan program daerah.
Melalui program Lampung Timur Mengaji 100 Kali Khatam Al-Qur’an, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berharap nilai-nilai Al-Qur’an semakin membumi di tengah masyarakat dan menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
Bupati berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat nilai-nilai religius sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Lampung Timur. Menurut dia, seluruh manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT dan yang membedakan hanyalah amal ibadahnya. (Adv)


